Pengertian Penduduk
Penduduk adalah
orang-orang yang berada di dalam suatu wilayah yang terikat oleh aturan-aturan
yang berlaku dan salingberinteraksi satu sama lain secara terus menerus /
kontinu. Dalamsosiologi, penduduk adalah kumpulan manusia yang menempatiwilayah
geografi dan ruang tertentu.
Dalam jumlah penduduk
yang besar pasti menimbulkan dampak bagi kependudukan. Apa saja sih masalah
kependudukan di Indonesia? Adapun masalah-masalah kependudukan yang ada di
Indonesia antara lain:
1. Ledakan penduduk (over population);
Jumlah penduduk di
Indonesaia selalu bertambah. Fakta ini bisa kita lihatdari sensus tahun
1971-2010 maupun dari pendataan oleh BPS seperti yang tersebut diatas. Ledakan
penduduk bila didukung oleh sumber daya manusia yang bagus menjadi modal
pembangunan, tetapi bila tanpa didukung SDM yang baik menjadi beban
pembangunan. Karenanya, jika pertumbuhan penduduk tiap tahun semakin tinggi
terjadilah ledakan penduduk, sehingga perlu alternatif solusi.
Solusi
a. Menggalakkan program KB atau Keluarga Berencana untuk membatasi jumlah anak
dalam suatu keluarga secara umum dan masal, sehingga akan mengurangi jumlah
angka kelahiran.
b. Sosialisasi pendidikan KB
Di Indonesia
pengendalian laju pertumbuhan penduduk dilakukan dengan kampanye program
keluarga berencana berslogan “2 Anak Lebih Baik” atau “2 Anak Cukup.”
Diharapkan para pasutri bisa menjadi keluarga kecil sejahtera. Bagi para
Pegawai Negeri Sipil, pemerintah menerapkan program insentif, yaitu tunjangan
yang hanya diberikan sampai 2 anak saja.
c. Menunda usia perkawinan agar dapat mengurangi jumlah angka kelahiran yang
tinggi.
2. Persebaran penduduk tidak merata;
Persebaran penduduk di
Indonesia yang tidak merata pada umumnya disebabkan oleh banyaknya masyarakat
yang merantau ke kota-kota besar dengan harapan menggapai hidup lebih baik.
Padahal harapan tersebut tidak sepenuhnya tercapai. Apalagi tanpa berbekal
keterampilan.
Solusi
Adanya sosialisasi
tentang mobilitas penduduk atau transmigrasi. Sebagai contoh masyarakat
yang berasal dari Jawa berpindah ke pulau lain, katakanlah, pulau Kalimantan
yang mana jumlah penduduknya relatif sedikit namun merupakan pulau terbesar di
Indonesia.
3. Tingginya angka beban tanggungan (burden of dependency ratio);
Maksudnya apa sih?
Jadi, tingginya angka beban tanggungan itu perbandingan antara orang-orang yang
belum/tidak sanggup bekerja dengan orang-orang yang ada dalam batas umur turut
serta dalam proses produksi. Atau dapat juga dikatakan, perbandingan beban tanggungan
adalah perbandingan penduduk yang berumur 0 – 14 tahun dan di atas 65 tahun
dengan penduduk yang berumur 15 – 64 tahun. Hal ini disebabkan oleh laju
pertumbuhan penduduk yang semakin cepat dan pada akhirnya menyebabkan proporsi
penduduk yang belum dewasa menjadi bertambah tinggi dan jumlah anggota keluarga
bertambah besar.
4. Rendahnya kualitas kesehatan,
Kualitas kesehatan
merupakan salah satu indikator kualitas penduduksuatu negara.
Rendahnya kualitas kesehatan dapat diindikasikan melalui jumlah angka kematian
bayi, angka kematian ibu melahirkan, ketercukupan gizi makanan, dan usia
harapan hidup.
Rendahnya kualitas
kesehatan masyarakat akan menimbulkan dampak pada kualitas sumber daya manusia.
Masyarakat yang gizinya tidak tercukupi akan sangat berpengaruh pada
pola pikir dan kreatifitasnya.
Solusi
a. Untuk para ahli gizi entah itu bidan ataupun dokter diharapkan bisa berbagi ilmu
kepada masyarakat tentang bagaimana mendapatkan dan mengolah makanan yang bergizi
tinggi. Cara yang ditempuh bisa dengan penyuluhan atau sekedar mengumpulkan
masyarakat terutama yang ada dipelosok. Biasanya bahan makanan bergizi tidak
sulit didapat terutama yang ada di pedesaan.
b. Alhamdulillah, Indonesia termasuk anggota PBB jadi diharapkan bisa menjalin
kerja sama dengan badan kesehatan dunia WHO (World Health Organization) dalam
mengadakan program kesehatan, misalnya pelaksanaan Pekan Imunisasi Nasional,
standarisasi obat dan makanan, serta peningkatan gizi masyarakat.
c. Menggiatkan program
pemerataan kesehatan dengan cara melengkapi sarana dan prasarana kesehatan yang
meliputi tenaga medis, obat-obatan, dan alat-alat penunjang medis lainnya
hingga ke pelosok desa.
d. Menghimbau penggunaan dan penyediaan obat-obat generik bermutu sehingga
dapat terjangkau oleh masyarakat luas.
e. Meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat,
5. Rendahnya mutu pendidikan;
Mutu pendidikan merupakan
salah satu indikator kualitas penduduk. Semakin tinggi tingkat
pendidikan yang dicapai, maka semakin tinggi pula kualitas sumber daya manusia.
Pada umumnya, tingkat pendidikan penduduk Indonesia masih tergolong relatif
rendah. Hal ini bisa dilihat dari:
a. Kurangnya kesadaran penduduk khususnya orang tua bagaimanapentingnya
pendidikan (klik: NU Online, 2013), sehingga mereka
berpikiran tidak perlu sekolah terlalu tinggi khususnya untuk anak perempuan.
b. Rendahnya penerimaan
pendapatan perkapita, sehingga orang tua tidak mampu menyekolahkan anaknya
lebih lanjut atau bahkan mereka justru menyuruh anak-anaknya untuk membantu
pekerjaan orang tua mereka dari pada harus mengeluarkan banyak biaya.
c. Banyak sarana prasarana dan akses pendidikan khususnya di daerah terpencil
kurang memadai (e-Majalah Dikbud). Hal tersebut
akan berdampak pada kemampuan penduduk dalam memahami dan menghadapi
kemajuan zaman, ilmu pengetahuan, dan teknologi.
Solusi
Untuk menyikapi
hal-hal tersebut, diantaranya adalah:
a. Menggalakkan program wajib belajar 12 tahun, tidak lagi sekedar 9 tahun
saja. Karena apa? Masyarakat Indonesia banyak yang ekonominya menengah kebawah.
Banyak dari mereka masih merasa kesulitan untuk menyekolahkan putra-putri
mereka ke jenjang yang lebih lanjut.
b. Mendorong kesadaran masyarakat mampu atau badan-badan
usaha untuk menjadi orang tua asuh bagi anak-anak kurang mampu.
c. Menyediakan beasiswa bagi siswa berprestasi, khususnya bagi siswa
berprestasi yang kurang mampu. Saya salut kepada Muhammadiyah karena tidak
hanya para siswa pintar atau kurang mampu saja yang dapat mendapatkan beasiswa. Siswa yang aktif berorganisasi
juga berkesempatan menikmati besiswa untuk melanjutkan ke jenjang perguruan
tinggi (klik: PMB UMS).Keaktifan berorganisasi bisa mendorong
para remaja khususnya untuk lebih religious serta
memiliki soft skill untuk kehidupan dan masa depan.
d. Membuka jalur-jalur pendidikan alternatif dan nonformal seperti
kursus-kursus keterampilan, sehingga dapat memperkaya kemampuan atau kualitas seseorang.
e. Meningkatkan kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana belajar
mengajar khususnya di daerah terpencil.
6. Tingkat pendapatan yang rendah;
Berbagai argumen
banyak yang bersimpangan tatkala berbicara, apakah pendapatan masyarakat Indonesia
tergolong rendah ataukah tinggi.
Pada suatu sesi di
gedung DPR, kepala Badan Kebijakan Fiskal menyebutkan, pendapatan
perkapita Indonesia menembus angka US$ 4.000 dan pertumbuhan ekonomi di tahun
2013 sebesar 6,3%. Hatta Rajasa saat siaran pers 16 Mei 2013 menyampaikan hal
yang senada, jumlah kemiskinan dan pengangguran menurun tajam setelah reformasi
menyusul adanya tingkat pendapatan masyarakat yang meningkat secara signifikan.
Pembangunan yang
selama ini berlangsung telah sukses meningkatkan nilai pendapatan perkapita
Indonesia. Tetapi nilai yang dicapai masih tergolong rendah dibandingkan
bangsa-bangsa lain. Seperti yang ditulis dalam modul pembelajaran dalam
laman www.bimbie.com, pendapatan perkapita yang tergolong rendah itu,
meskipun kian meningkat pencapaiannya, tidak bisa dianggap sebagai gambaran
kemakmuran bangsa kita tercinta. Lebih lanjut, kondisi ini digambarkan oleh
modul online yang termuat di http://110.138.206.53 sebagai penyebab
dari ketidakmampuan penduduk untuk memenuhi berbagai hajat hidupnya.
Bahkan, Liputan6.comdalam updatenya
tertanggal 20 Mei 2013 menyebutkan, rendahnya konsumsi buah-buahan masyarakat
Indonesia karena masih rendahnya tingkat pendapatan per kapita masyarakat
Indonesia.
Singkat kata,
pemberian label rendah atau bahkan tinggi untuk tingkat pendapatan penduduk
Indonesia masih menjadi simpang siur, tetapi yang tentu kita harapkan adalah
tingkat pendapatan bangsa Indonesia dapat terus meningkat agar tercapai
kesejahteraan. Solusi apakah yang bisa diberikan terkait harapan ini?
Menurut Masterplan
Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia, yang diterbitkan
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (2011), dunia usaha (swasta, BUMN,
dan BUMD) berperan penting dan utama dalam pembangunan ekonomi, yakni dalam
peningkatan investasi dan penciptaan lapangan kerja. Oleh karenanya, kebijakan dan daya
dukung pemerintah diperlukan untuk meningkatkan iklim yang kondusif bagi dunia usaha,
sehingga kesempatan kerja dan investasi terbuka lebar.
7. Kualitas penduduk relatif rendah;
Kualitas penduduk
Indonesia tidak terlepas dari masalah kependudukan Indonesia dalam hal mutu
kehidupan dan kemampuan sumber daya manusia. Hal ini terjadi karena pengaruh
rendahnya mutu pendidikan dan rendahnya kualitas kesehatan.
Berikutnya rendahnya kualitas penduduk mengakibatkan tingkat produktivitas
penduduk menjadi rendah pula. Jadi, untuk meningkatkan kualitas
penduduk terlebih dulu meningkatkan mutupendidikan, kualitas
kesehatan serta sumber daya manusia.